Mengenali 5 Tanda Budaya Perusahaan Yang Buruk
Perusahaan sebagai tempat bekerja dan meniti karir
memang memiliki peran yang sangat penting bagi semua orang yang berada di
dalamnya.
Tidak hanya bagi pemilik dan investor perusahaan
namun hal ini seharusnya juga berlaku bagi para karyawan. Namun sayangnya tidak
semua orang bisa merasakan kenyamanan bekerja di sebuah perusahaan.
Tentu saja jika hal ini banyak menimpa karyawan.
Penyebabnya adalah adanya sistem atau buda perusahaan yang kurang baik atau
buruk.
Sebagai pemilik atau pemimpin perusahaaan, maka Anda
seharusnya segera bertindak jika mendapati budaya perusahaan yang buruk itu.
Lalu seperti apakah tanda-tanda budaya perusahaan yang buruk? Berikut
ulasannya.
1.
Masalah Komunikasi
Tanda pertama budaya perusahaan yang buruk adalah
komunikasi yang disfungsional. Komunikasi yang buruk ini bisa berupa komunikasi
tidak langsung (mengirim pesan melalui orang lain) dan munculnya informasi
menyesatkan atau karyawan yang tidak bisa mengambil keputusannya sendiri. Komunikasi
memang sangat vital perannya dalam sebuah perusahaan.
Tanpa adanya komunikasi yang baik, maka perusahaan
sangat rawan untuk rusak dan jatuh. Maka dari itu sebagai pemilik atau pemimpin
perusahaan seharusnya Anda selalu menjaga komunikasi antar seluruh karyawan dan
divisi atau bahkan dengan para pelanggan.
2.
Inkonsistensi Kebijakan
Sebuah keputusan atau kebijakan yang telah
disepakati bersama atau atas inisiatif pemilik perusahaan memang harus
dijalankan kebijakan yang konsisten dengan apa yang dibicarakan sedari awal
memang akan membuat karyawannya betah dan mendapatkan keyakinan.
Namun jika inkonsistensi yang terjadi, maka hal ini
akan sangat mungkin menimbulkan kekacauan dan ketidakpercayaan dan banyak pihak
termasuk pelanggan.
Kebijakan yang berubah-ubah secara tidak langsung
memang akan membuat budaya perusahaan jadi hancur dan jika terjadi cukup lama
maka citra perusahaan pun menurun.
3.
Pemimpin yang merasa paling benar dan hebat
Pemimpin perusahaaan memang memegang peran yang
sangat penting bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Maka dari itu sebuah
perusahaan yang memiliki budaya yang baik biasanya juga dibarengi dengan adanya
pemimpin yang baik pula, dan sebaliknya.
Lalu seperti apakah pemimpin yang baik itu? Memang
banyak indikator yang bisa menjadi karakter pemimpin yang baik. Namun jika
dikaitkan dengan tanda budaya perusahaan yang buruk, maka hal ini akan didapati
pada perusahaan dengan pemimpin yang merasa paling benar dan hebat.
Saat pemimpin merasa paling benar dan paling hebat,
ia hanya akan peduli dengan diri sendiri. Pemimpin seperti ini umumnya
berkomunikasi dengan gaya dan nada merendahkan orang lain. Meraka mengambil
keberhasilan orang lain dan memanipulasi untuk menunjukan bahwa merekalah yang
terbaik.
Ia merasa lebih layak untuk memperoleh perlakuan
khusus. Biasanya pemimpin seperti ini akan dibenci oleh banyak karyawannya. Dan
saat kepercayaan para pekerja luntur pada pemimpin, saat itulah budaya
perusahaan luntur dan hancur.
4.
Konflik dan keluhan yang tidak sehat
Interaksi antar karyawan dan divisi memang tak
jarang bisa menimbulkan gesekan, keluhan hingga perselisihan. Namun jika hal
ini terjadi berulang-ulang kali, maka Anda harus waspada.
Ini artinya ada yang tidak beres dengan sistem atau
budaya perusahaan Anda. Hal terkecil dari konflik, perselisihan hingga
perpecahan dalam perusahaan ini biasanya diawali dari keluhan dan pembicaraan
atau gosip yang tidak sedap.
Dari sini kemudian akan muncul sarkasme dan sinisme
entah antar karyawan atau karyawan dengan lingkungan atasan.
Maka dari itu saat konflik dan keluhan sebagai tanda
budaya perusahaan yang buruk ini didapati, Anda harus segera bertindak dan
membereskan keadaan tersebut jika tak mau perusahaan Anda rusak dan hancur.
5.
Munculnya Gangguan kesehatan fisik dan emosional
Terakhir, tanda budaya perusahaan yang buruk adalah
munculnya gangguan kesehatan fisik dan emosional.
Amatilah para karyawan Anda, apakah diantara mereka
banyak yang mengalami gangguan kesehatan fisik dan emosional. Jika ya, maka
hati-hatilah, bisa jadi ada yang tidak beres dengan lingkungan dan budaya pada
perusahaan Anda.
Sebagaian besar waktu yang dihabiskan di kantor
dengan segala beban kerja dan masalah yang ada memang sedikit banyak akan
memicu dan berdampak pada kesehatan fisik dan emosi.
Apalagi jika hal ini ditambah dengan empat faktor
diatas, tentu saja karyawan bahkan Anda sendiri sebagai pemilik perusahaan akan
mengalami gangguan kesehatan psikis ataupun ruhani.
Maka dari itu saat mendapatinya, Anda sebagai
pemimpin perusahaan harus segera bertindak dan memperbaikinya.

Comments
Post a Comment